Di Tengah Dunia yang Terburu-Buru

Ada orang-orang yang hidup seperti kereta cepat, tepat, dan terus bergerak.

Ada pula yang berjalan seperti hujan pelan, jatuh satu per satu, tetapi tetap sampai ke tanah.


Kita sering diajari untuk menjadi yang paling awal,

tetapi jarang diajari bagaimana tetap utuh ketika tertinggal.

Hari-hari ini, dunia seperti ruang yang penuh suara.


Semua orang sedang berbicara, menunjukkan, membuktikan.

Sementara diam sering dianggap kalah,

dan jeda dianggap kehilangan arah.


Padahal hidup bukan perlombaan yang garis akhirnya sama.

Ada yang tumbuh di usia muda,

ada yang menemukan dirinya setelah banyak kehilangan,

ada yang baru mengerti arti pulang setelah terlalu lama berkelana.


Kita hanya lupa

bahwa tidak semua yang tampak berhasil sedang bahagia,

dan tidak semua yang terlihat biasa sedang gagal.

Mungkin yang paling berani hari ini


bukan mereka yang berdiri paling depan,

melainkan mereka yang tetap berjalan

meski tidak sedang dilihat siapa-siapa.


Karena pada akhirnya,

hidup bukan tentang siapa yang paling keras suaranya,

tetapi siapa yang tetap memiliki hati

di tengah dunia yang semakin terburu-buru.

Ada cerita atau sekadar ingin berbagi?

Ruang Literasi Brebesan terbuka untuk siapa saja yang ingin berbagi pengalaman, opini ringan, atau cerita sehari-hari. Mari merawat nalar bersama.

Tulis Sekarang