Demi semilir angin yang berhembus amat pelan
Seolah mengusap malam yang amat sepi nan sunyi,
Sungguh sekedar rindu yang ingin kusapa dengan penuh hangat kuku
Kepada siapa lagi kalau bukan dikau? Wahai bunga tidurku.
Rindu yang tak ubahnya candu, memabukan pemiliknya hingga tak tahu realitas dan semu,
Rival terberatnya adalah jarak dan waktu.
Namun cukup kau tahu dan sedikit terusik pun cukup bagi pemuja seperti ku.