Malam Rindu

20 Mei 2026

Dipublikasikan

Bagikan

Demi semilir angin yang berhembus amat pelan

Seolah mengusap malam yang amat sepi nan sunyi,

Sungguh sekedar rindu yang ingin kusapa dengan penuh hangat kuku

Kepada siapa lagi kalau bukan dikau? Wahai bunga tidurku.

Rindu yang tak ubahnya candu, memabukan pemiliknya hingga tak tahu realitas dan semu,

Rival terberatnya adalah jarak dan waktu.

Namun cukup kau tahu dan sedikit terusik pun cukup bagi pemuja seperti ku.

Ada cerita atau sekadar ingin berbagi?

Ruang Literasi Brebesan terbuka untuk siapa saja yang ingin berbagi pengalaman, opini ringan, atau cerita sehari-hari. Mari merawat nalar bersama.

Tulis Sekarang