Mereka yang Tak Tercatat

20 Juni 2026

Dipublikasikan

Bagikan

Di kota yang gemar mengabadikan gemerlap

Ada langkah- langkah yang tak pernah dimuat dalam berita


Mereka berjalan saat embun masih menggigil di pucuk daun

Saat matahari belum selesai menyusun cahayanya di ufuk timur

Dan pulang ketika senja mulai melipat langit perlahan


Tak ada karangan bunga untuk menyambut kepulangan mereka

Tak ada tepuk tangan yang mengiringi letih di bahunya


Tangan mereka tak menggenggam jabatan, tak pula dikenal banyak orang


Mereka menambal retak pada kehidupan,


namun tak pernah tercatat sebagai bagian dari sejarah


Mereka menegakkan dinding-dinding kota, Namun namanya luruh bersama semen yang mengering


Mereka menyapu jalan-jalan yang ramai, sementara dunia berlalu tanpa sempat mengingat wajahnya


Betapa aneh


Manusia begitu pandai mengukir nama di batu peringatan


Namun begitu mudah menghapus jejak-jejak pengorbanan Padahal dari tangan-tangan yang kasar itu, peradaban diam-diam bertumbuh Dari langkah yang nyaris tak terdengar itu, kehidupan berjalan lebih jauh


Wahai dunia


Jika suatu hari kau kehilangan mereka


Barangkali kau akan mengerti

Bahwa tidak semua pahlawan lahir dari panggung dan sorotan


Sebagian memilih menjadi akar, tumbuh dalam gelap

Agar pohon-pohon kehidupan dapat tumbuh menjulang ke langit


Dan ketika namanya tak lagi disebut, kebaikan mereka tetap tinggal

Hidup di setiap jalan yang dilalui

Di setiap bangunan yang berdiri

Dan di setiap doa yang diam-diam dipanjatkan semesta

Ada cerita atau sekadar ingin berbagi?

Ruang Literasi Brebesan terbuka untuk siapa saja yang ingin berbagi pengalaman, opini ringan, atau cerita sehari-hari. Mari merawat nalar bersama.

Tulis Sekarang