Puisi Perjalanan

21 Juni 2026

Dipublikasikan

Bagikan

Perjalanan


Deru roda kereta mengalun seperti tembang waktu,

mengantarkanku dari Batang menuju Brebes,

membelah jarak, merangkai kenangan,

di antara rel yang memanjang menuju cakrawala.


Sejuk udara dalam gerbong menyapa perlahan,

menyentuh wadag dan qolbu,

menghadirkan jeda yang teduh

di tengah riuh perjalanan hidup.


Lalu peluit panjang terdengar,

nyaring namun penuh makna,

menandai tibanya satu tujuan,

sekaligus awal dari langkah berikutnya.


Sebab setiap stasiun hanyalah persinggahan,

dan setiap perjalanan adalah pelajaran.

Hari ini aku tiba,

untuk kembali berangkat menyambut kisah-kisah baru,

tentang hidup, harapan, dan kebijaksanaan yang terus bertumbuh.


Oleh: Badiatul Chusnia - Relima Perpusnas RI

Ada cerita atau sekadar ingin berbagi?

Ruang Literasi Brebesan terbuka untuk siapa saja yang ingin berbagi pengalaman, opini ringan, atau cerita sehari-hari. Mari merawat nalar bersama.

Tulis Sekarang