Rahasia di Balik Waktu

22 Juni 2026

Dipublikasikan

Bagikan

Rahasia di Balik Waktu

Ada hari-hari

yang datang tanpa pengertian,

membawa kehilangan yang tak sempat dipahami,

membawa asa yang tumbuh

namun belum sempat dipetik.

Aku pernah marah pada Sang waktu—

mengapa ia begitu diam

saat aku membutuhkan jawaban.

Mengapa ia terus berjalan

sementara aku tertinggal

di antara banyak pertanyaan.

Aku ingin segala sesuatu segera mengerti,

ingin jalan yang lurus,

ingin doa yang terkabul hari itu juga,

ingin hidup berhenti sejenak

agar aku bisa mengejar yang tertinggal.

Namun waktu tidak pernah terhenti.

Ia hanya mengajarkan

dengan cara yang sering kali tidak nyaman.

Ada yang pergi

agar aku belajar melepaskan.

Ada yang tertunda

agar aku belajar menunggu.

Ada yang tidak terjadi

agar aku mengerti—

tidak semua yang diangankan

adalah yang dibutuhkan.

Hari demi hari berlalu,

dan tanpa kusadari

yang berubah bukan keadaan,

melainkan diriku.

Luka yang dulu terasa akhir

menjadi cerita.

Tangis yang dulu terasa panjang

menjadi pelajaran.

Dan doa yang pernah terasa sepi

ternyata sedang tumbuh

dalam diam.

Barulah aku mengerti—

rahasia di balik waktu

bukan tentang cepat atau lambat,

melainkan tentang bagaimana ia

mengubah manusia

menjadi seseorang yang siap menerima

apa yang dulu terus dipaksa.

Karena tidak semua jawaban

datang dalam bentuk yang kita minta.

Kadang waktu hanya tersenyum pelan

dan berkata:

“Tunggu sebentar—

aku belum selesai menyiapkanmu.”

Ada cerita atau sekadar ingin berbagi?

Ruang Literasi Brebesan terbuka untuk siapa saja yang ingin berbagi pengalaman, opini ringan, atau cerita sehari-hari. Mari merawat nalar bersama.

Tulis Sekarang