Rahasia di Balik Waktu
Ada hari-hari
yang datang tanpa pengertian,
membawa kehilangan yang tak sempat dipahami,
membawa asa yang tumbuh
namun belum sempat dipetik.
Aku pernah marah pada Sang waktu—
mengapa ia begitu diam
saat aku membutuhkan jawaban.
Mengapa ia terus berjalan
sementara aku tertinggal
di antara banyak pertanyaan.
Aku ingin segala sesuatu segera mengerti,
ingin jalan yang lurus,
ingin doa yang terkabul hari itu juga,
ingin hidup berhenti sejenak
agar aku bisa mengejar yang tertinggal.
Namun waktu tidak pernah terhenti.
Ia hanya mengajarkan
dengan cara yang sering kali tidak nyaman.
Ada yang pergi
agar aku belajar melepaskan.
Ada yang tertunda
agar aku belajar menunggu.
Ada yang tidak terjadi
agar aku mengerti—
tidak semua yang diangankan
adalah yang dibutuhkan.
Hari demi hari berlalu,
dan tanpa kusadari
yang berubah bukan keadaan,
melainkan diriku.
Luka yang dulu terasa akhir
menjadi cerita.
Tangis yang dulu terasa panjang
menjadi pelajaran.
Dan doa yang pernah terasa sepi
ternyata sedang tumbuh
dalam diam.
Barulah aku mengerti—
rahasia di balik waktu
bukan tentang cepat atau lambat,
melainkan tentang bagaimana ia
mengubah manusia
menjadi seseorang yang siap menerima
apa yang dulu terus dipaksa.
Karena tidak semua jawaban
datang dalam bentuk yang kita minta.
Kadang waktu hanya tersenyum pelan
dan berkata:
“Tunggu sebentar—
aku belum selesai menyiapkanmu.”