Retak yang Tak Bisa Disambung

10 September 2026

Dipublikasikan

Bagikan


Dulu genggamanmu tempatku merasa aman

Langkahmu jadi arah yang tak perlu diragukan

Suaramu tegas, namun terasa hangat

Menjadi tempat pulang saat dunia terasa berat

 

Namun hari berganti, kata berubah jadi tajam

Salah paham tumbuh menjadi tembok yang kokoh

Setiap percakapan berakhir dengan keheningan

Ikatan yang dulu erat perlahan terlepas perlahan

 

Kini retakan itu sudah terlalu lebar

Tak ada lem yang bisa menyatukan kembali

Tak ada kata maaf yang cukup mengobati

Tak ada jalan yang bisa memutar waktu

 

Kita hanya dua orang yang tinggal serumah

Atau terpisah jarak, namun terasa makin jauh

Hanya terikat nama dan darah semata

Tanpa rasa, tanpa kedekatan, tanpa cerita

 

Kerinduan yang ada hanya tinggal kenangan

Bukan lagi keinginan untuk bertemu kembali

Apa yang sudah hancur akan tetap hancur

Antara anak dan ayah selamanya terpisah

 

Tak ada harapan untuk kembali bersatu

Tak ada akhir yang indah untuk kisah ini

Hanya keheningan yang menjadi jawaban

Bahwa terkadang, ikatan pun bisa berakhir selamanya

Ada cerita atau sekadar ingin berbagi?

Ruang Literasi Brebesan terbuka untuk siapa saja yang ingin berbagi pengalaman, opini ringan, atau cerita sehari-hari. Mari merawat nalar bersama.

Tulis Sekarang