Dulu genggamanmu tempatku merasa aman
Langkahmu jadi arah yang tak perlu diragukan
Suaramu tegas, namun terasa hangat
Menjadi tempat pulang saat dunia terasa berat
Namun hari berganti, kata berubah jadi tajam
Salah paham tumbuh menjadi tembok yang kokoh
Setiap percakapan berakhir dengan keheningan
Ikatan yang dulu erat perlahan terlepas perlahan
Kini retakan itu sudah terlalu lebar
Tak ada lem yang bisa menyatukan kembali
Tak ada kata maaf yang cukup mengobati
Tak ada jalan yang bisa memutar waktu
Kita hanya dua orang yang tinggal serumah
Atau terpisah jarak, namun terasa makin jauh
Hanya terikat nama dan darah semata
Tanpa rasa, tanpa kedekatan, tanpa cerita
Kerinduan yang ada hanya tinggal kenangan
Bukan lagi keinginan untuk bertemu kembali
Apa yang sudah hancur akan tetap hancur
Antara anak dan ayah selamanya terpisah
Tak ada harapan untuk kembali bersatu
Tak ada akhir yang indah untuk kisah ini
Hanya keheningan yang menjadi jawaban
Bahwa terkadang, ikatan pun bisa berakhir selamanya